BPOM Temukan Pangan Ilegal Hingga 188.640 Produk se Indonesia

- Penulis

Rabu, 3 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (aslinews.id)  –  Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan jumlah produk pangan yang tidak mengantongi izin edar atau ilegal di Indonesia ternyata masih tinggi mencapai 49,03% atau sebanyak 188.640 produk.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil intensifikasi Pengawasan Rutin Khusus Pangan Selama Ramadan dan Jelang Idulfitri 1445 H/Tahun 2024  yang dilakukan BPOM di seluruh Indonesia.

Menurut Plt. Kepala BPOM RI, Lucia Rizka Andalusia, sejak 4 Maret 2024, Petugas BPOM di 76 unit pelaksana teknis (UPT) BPOM yang tersebar di seluruh Indonesia terjun ke lapangan melakukan pemeriksaan bersama lintas sektor terkait dan masyarakat. Kegiatan akan terus dilanjutkan hingga 1 minggu setelah Idulfitri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan pengawasan ini berfokus pada produk pangan olahan terkemas yang tidak memenuhi ketentuan (TMK), yaitu tanpa izin edar (TIE)/ilegal, kedaluwarsa, rusak, dan pangan takjil buka puasa yang mengandung bahan dilarang. BPOM menargetkan pengawasan pada sarana peredaran yang memiliki rekam jejak kurang baik, termasuk gudang marketplace, sesuai tren belanja masyarakat yang banyak dilakukan melalui online.

Sampai dengan kegiatan pengawasan tahap IV, pemeriksaan telah menyasar 2.208 sarana, terdiri dari 920 sarana ritel modern, 867 sarana ritel tradisional, 386 gudang distributor, 28 gudang importir, dan 7 gudang e-commerce. BPOM akan terus mengintensifkan pengawasan dan melaporkan jumlah sarana yang diperiksa hingga tahap terakhir intensifikasi pengawasan pangan.“Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan 628 sarana (28,44%) yang menjual produk TMK berupa pangan TIE, kedaluwarsa, dan rusak, dengan jumlah total temuan pangan TMK sebanyak 188.640 pieces, yang diperkirakan bernilai lebih dari 2,2 Milyar Rupiah”, jelasnya dalam siaran pers yang diterima ASLINEWS.ID, Rabu (3/4).

Hasil pengawasan memperlihatkan hasil yang positif yaitu terjadinya penurunan jumlah sarana TMK sebesar 13,14% dibandingkan tahun sebelumnya (723 sarana). Penurunan ini sejalan dengan upaya penguatan post-market yang dilakukan BPOM melalui pembinaan kepada pelaku usaha terkait penerapan cara peredaran pangan olahan yang baik (CPerPOB).

Jenis temuan pangan terbesar merupakan pangan TIE sebesar 49,03%. Produk ini banyak ditemukan di wilayah kerja UPT Tarakan (Kalimantan Utara), Pekanbaru, Palopo (Sulawesi Selatan), Banda Aceh, dan DKI Jakarta. Produk TIE ini berupa cokelat olahan, bumbu, permen, minuman serbuk, dan biskuit. Kemudian temuan pangan kedaluwarsa sebesar 31,89% (60.151 pcs) di wilayah kerja UPT Manado (Sulawesi Utara), Palopo (Sulawesi Selatan), Belu, Kupang, dan Ende (Nusa Tenggara Timur). Produk kedaluwarsa berupa jeli/agar/puding, minuman serbuk, bumbu, bahan tambahan pangan (BTP), dan mi/pasta.

Baca Juga:  Panen Jagung Food Estate 25 Ton, Johan Nilai sebagai Bukti Proyek Gagal dan “Buang-Buang Anggaran”

Sementara untuk temuan pangan rusak sebesar 19,09% (36.006 pcs) banyak ditemukan di wilayah kerja UPT Semarang (Jawa Tengah), Pangkal Pinang (Bangka Belitung), Belu (NTT), Sofifi (Maluku Utara), dan Palopo (Sulawesi Selatan). Produk pangan rusak ini berupa ikan olahan dalam kaleng, mi/pasta, produk kental manis (susu/krimer), susu ultra high temperature (UHT)/steril, dan BTP.“Produk TIE impor banyak ditemukan di wilayah perbatasan negara seperti, Tarakan, Pekanbaru, dan Banda Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat jalur ilegal dan dibutuhkan pengawasan lintas sektor yang lebih intensif. Selain itu, produk TIE impor juga banyak ditemukan di wilayah yang banyak warga negara asing (WNA) berdomisili seperti di wilayah Jakarta dan Palopo. Hal ini karena tingginya demand/permintaan WNA terhadap produk tersebut”, jelas PLt Kepala BPOM.

BPOM telah menindaklanjuti hasil pengawasan tersebut dengan melakukan langkah-langkah penanganan kepada pelaku usaha yang melakukan pelanggaran. Tindak lanjut ini termasuk melakukan pengamanan dan menginstruksikan retur/pengembalian produk kepada supplier produk TIE, serta pemusnahan terhadap produk rusak dan kedaluwarsa.

Selain pengawasan ke sarana secara langsung, BPOM juga melakukan pengawasan daring/online melalui patroli siber. Dari hasil patroli siber selama pelaksanaan intensifikasi pengawasan tahun ini, ditemukan 17.586 tautan yang menjual produk TIE pada platform e-commerce dengan nilai ekonomi lebih dari 31 Milyar Rupiah. BPOM telah berkoordinasi dengan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) untuk melakukan penurunan konten (take down) terhadap tautan yang teridentifikasi menjual produk TIE.

Untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan mengurangi peredaran pangan TIE, BPOM berperan aktif memfasilitasi pelaku usaha, termasuk usaha mikro kecil (UMK) melalui pendampingan terhadap pemenuhan persyaratan pendaftaran produk pangan olahan. Masyarakat diimbau untuk tidak membeli produk TIE dan beralih ke produk lokal yang aman dan berkualitas. Hal ini penting untuk melindungi kesehatan dan mendukung perekonomian nasional.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Pemenang  Pekan Tilawatil Quran ke 54 RRI Mataram 2024!

Sementara itu, untuk pengawasan terhadap pangan jajanan buka puasa (takjil), BPOM melakukan sampling dan pengujian cepat di 1.057 lokasi sentra penjualan pangan takjil (3.749 pedagang). Pengujian dilakukan terhadap kemungkinan kandungan bahan dilarang digunakan pada pangan, yaitu formalin, boraks, dan pewarna (rhodamin B dan metanil yellow). Pangan mengandung bahan yang dilarang masih ditemukan pada pengawasan kali ini. Namun demikian, terjadi jumlah penurunan takjil yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebesar 0,07% dibandingkan tahun 2023 (1,17%).

Dari 9.262 sampel yang diperiksa, sebanyak 102 sampel (1,1%) mengandung bahan yang dilarang, yaitu formalin (0,53%), rhodamin B (0,30%), boraks (0,28%), dan metanil yellow (0,01%). Pengujian pada satu sampel takjil yang tidak memenuhi syarat (TMS) dapat menunjukkan hasil positif pada lebih dari satu parameter uji.

Konsumen Agar Cek KLIK

BPOM berkomitmen terus mengawal keamanan pangan dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat, terutama selama Ramadan dan Idulfitri. Pelaku usaha pangan kembali diminta untuk terus mematuhi peraturan perundang-undangan sehingga dapat menyediakan pangan yang aman bagi masyarakat.

Selain itu Plt. Kepala BPOM juga menyampaikan pentingnya menerapkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi pangan. Masyarakat juga diimbau untuk membaca informasi pada label, memeriksa informasi nilai gizi, dan tetap memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada pangan yang dikonsumsi.

Masyarakat dapat memilih pangan olahan yang mencantumkan Logo Pilihan Lebih Sehat. Logo ini diberikan pada pangan olahan yang telah memenuhi kriteria “lebih sehat” berdasarkan kandungan gizi dibandingkan dengan produk sejenis, apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar. (AN-02)

Berita Terkait

Gonjang-Ganjing Dugaan Korupsi Dana UKW PWI Rp 6 Miliar, Siapa Bermain?
Giliran GP Ansor Nyatakan Dukungan Kepada Bang Mack di Pilkada Lotim, Ini Alasannya!
Siap-Siap! Sopir Bus AKAP Jadi Target Pemeriksaan Kesehatan Dari Biddokes Polda NTB
Ketika Urusan Beras Masuk Sidang MK, Legislator Senayan Asal NTB ini  Sebut Terjadi Penyalahgunaan Wewenang Atas Pangan
Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah
Daftar Lengkap Pemenang  Pekan Tilawatil Quran ke 54 RRI Mataram 2024!
Panen Jagung Food Estate 25 Ton, Johan Nilai sebagai Bukti Proyek Gagal dan “Buang-Buang Anggaran”
Sandi Uno Berbagi Doa Puasa Ramadhan

Berita Terkait

Senin, 8 April 2024 - 14:35 WITA

Gonjang-Ganjing Dugaan Korupsi Dana UKW PWI Rp 6 Miliar, Siapa Bermain?

Rabu, 3 April 2024 - 21:05 WITA

Siap-Siap! Sopir Bus AKAP Jadi Target Pemeriksaan Kesehatan Dari Biddokes Polda NTB

Rabu, 3 April 2024 - 11:10 WITA

BPOM Temukan Pangan Ilegal Hingga 188.640 Produk se Indonesia

Selasa, 2 April 2024 - 18:17 WITA

Ketika Urusan Beras Masuk Sidang MK, Legislator Senayan Asal NTB ini  Sebut Terjadi Penyalahgunaan Wewenang Atas Pangan

Jumat, 22 Maret 2024 - 08:22 WITA

Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah

Minggu, 17 Maret 2024 - 23:57 WITA

Daftar Lengkap Pemenang  Pekan Tilawatil Quran ke 54 RRI Mataram 2024!

Minggu, 17 Maret 2024 - 15:17 WITA

Panen Jagung Food Estate 25 Ton, Johan Nilai sebagai Bukti Proyek Gagal dan “Buang-Buang Anggaran”

Rabu, 13 Maret 2024 - 11:55 WITA

Sandi Uno Berbagi Doa Puasa Ramadhan

Berita Terbaru

GIAT SOSIAL

KMHDI NTB Resmi Canangkan KMHDI Mengajar di Pulau Sumbawa

Senin, 8 Apr 2024 - 13:16 WITA

KABAR PEMILU

Rumaksi : Masyarakat Adalah  Mitra Pembangunan di Lombok Timur

Minggu, 7 Apr 2024 - 00:00 WITA