Bawaslu NTB Diminta Tindak Tegas Penyebar Informasi Caleg Pemenang Pemilu, untuk Jaga Stabilitas

- Penulis

Rabu, 21 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD NTB, H Najamuddin Mustofa menekankan, agar Bawaslu Provinsi NTB segera menyikapi hal tersebut dan menindak tegas para pelaku yang diduga menyebarkan informasi tersebut.

“Ini kan sudah tidak benar, belum ada keputusan final dari KPU tapi data dan informasi bahwa Caleg DPR dari partai ini dan itu lolos dan menang, sudah menyebar. Kami sangat sayangkan, ini miris dan Bawaslu harus bertindak tegas,” kata H Najamuddin Mustofa, Selasa 20 Februari 2024 di Mataram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Najamuddin selaku anggota Komisi I yang membidangi pemerintahan, menegaskan bahwa fenomena tersebarnya informasi terkait Caleg DPR RI yang lolos dan menang, sama sekali salah dan melanggar aturan. Sebab tidak ada satu pihak pun yang berhak menyampaikan hal tersebut, selain pihak penyelenggara yakni KPU dan Bawaslu.

“Kita jangan ikut ikutan di Jakarta, di NTB demokrasi harus kita jaga. Nggak ada itu lrmbaga survey atau quick count yang boleh menyebarkan data pemenangan Caleg. Jangan sampai infornasi yang spekulatif ini memunculkan polemik dan masalah instabilitas,” tegasnya.

Baca Juga:  Relawan THR Siap Jungkir Balik Menangkan Bang Mack

Yang lebih parah, papar Najamuddin, diduga salah seorang oknum pimpinan DPRD NTB juga turut menyebarkan data dan informasi serupa, bahkan melalui media massa. Padahal seharusnya sebagai pimpinan DPRD yang bersangkutan paham bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan.”Saya minta Bawaslu NTB periksa H Muzihir selaku oknum pimpinan DPRD NTB yang juga diduga turut menyebarkan informasi yang belum pasti tersebut. Harus diusut tuntas darimana sumbernya,” kata Najamuddin.

Menurutnya, penyebaran informasi terkait Caleg DPR RI, partai yang lolos dan yang tidak, itu bisa menimbulkan opini yabg salah dan rawan dengan instabilitas daerah.

“Misalnya disebutkan ada 8 Caleg DPR RI Dapil NTB II yang lolos, dan ada petahana yang tidak lolos. Lalu ada juga misalnya PDIP nggak dapat kursi di DPR RI, ini kan bisa menyesatkan. Para pendukung pasti akan marah dan bisa terjadi instabilitas terhadap kondusifitas daerah. Ini yang harusnya kita jaga bersama di NTB,” tegasnya.

Najamuddin menambahkan, tersebarnya data para Caleg DPR RI dan Caleg DPRD yang lolos dan menang, kemungkinan merupakan bentuk euforia dari para pihak yang merasa diri sudah menang. Namun secara aturan dan etika, hal tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan.”Aturan Pemilu sudah jelas, mari kita sama sama hormati hasilnya dari penyelenggara. Saat ini proses rekap masih di PPK Kecamatan, lalu dari mana mereka dapat data?. Kalau ada yang bilang Caleg A lolos dam Caleg B tidak, dari mana datanya? Apa indikatornya mereka bilang begitu?. C hasil hanya boleh disampaikan KPU, tidak boleh pihak lain yang bukan penyelenggara. Bawaslu NTB harus menindak dan menelusuri masalah ini, apalagi jika ada indikasi kebocoran data justru dari KPU, harus dikejar,” tukas Najamuddin.

Baca Juga:  Jika Maju Jadi NTB 1, Mi6 Prediksi Rohmi Djalilah Gandeng Figur dari Pulau Sumbawa, Musyafirin Jadi Kandidat Teratas

Najamuddin mengimbau semua pihak termasuk masyarakat NTB untuk sama sama menahan diri dan menunggu hasil final dari KPU terkait siapa saja Caleg dan Parpol yang lolos dan menang.

Menurutnya, semua pihak harus bisa menghargai dan menghormati keputusan KPU nantinya.”Ini sebagai pembelajaran demokrasi kita, saya lihat Pemilu lima tahun lalu justru jauh lebih tertib dibanding saat ini. Jadi saya minta Bawaslu NTB mengusut masalah ini,” pungkasnnya. (*)

Berita Terkait

Dewan Pers Nilai Pemilu 2024 Berjalan Lancar dan Sukses
Politisi Selatan ini Nilai Paslon RAMAH Paling Ideal Pimpin Lombok Timur
Lalu Winengan: Mohan Roliskana Masih Dibutuhkan Kota Mataram, MW KAHMI Siap Kawal Paket Modis
Ini Pesan Dr.Drs.Martin Billa,MM Saat Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Bulungan Kaltara
Mi6 Beberkan Menu Acara Pentas Monolog dan Happening Art  Doktor Zul Idola Kita Semua
Jika Maju Jadi NTB 1, Mi6 Prediksi Rohmi Djalilah Gandeng Figur dari Pulau Sumbawa, Musyafirin Jadi Kandidat Teratas
Jelang Pilgub NTB 2024, Muncul Wacana Duet Gita-Rohmi 
Dinilai Diskriminatif, Lalu Winengan Ingin Perjuangkan Hak Politik Pejabat ASN ke Mahkamah Konstitusi

Berita Terkait

Selasa, 23 April 2024 - 23:51 WITA

Dewan Pers Nilai Pemilu 2024 Berjalan Lancar dan Sukses

Selasa, 23 April 2024 - 19:10 WITA

Politisi Selatan ini Nilai Paslon RAMAH Paling Ideal Pimpin Lombok Timur

Senin, 22 April 2024 - 17:12 WITA

Lalu Winengan: Mohan Roliskana Masih Dibutuhkan Kota Mataram, MW KAHMI Siap Kawal Paket Modis

Senin, 22 April 2024 - 15:55 WITA

Ini Pesan Dr.Drs.Martin Billa,MM Saat Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Bulungan Kaltara

Selasa, 16 April 2024 - 18:35 WITA

Jika Maju Jadi NTB 1, Mi6 Prediksi Rohmi Djalilah Gandeng Figur dari Pulau Sumbawa, Musyafirin Jadi Kandidat Teratas

Selasa, 16 April 2024 - 18:09 WITA

Jelang Pilgub NTB 2024, Muncul Wacana Duet Gita-Rohmi 

Selasa, 16 April 2024 - 16:12 WITA

Dinilai Diskriminatif, Lalu Winengan Ingin Perjuangkan Hak Politik Pejabat ASN ke Mahkamah Konstitusi

Sabtu, 13 April 2024 - 19:28 WITA

Analisis Mi6: Siap-Siap kehilangan Pemilih Potensial Bila Kontestan Pilgub NTB Tak Lakukan Ini. Waspadalah!

Berita Terbaru

KABAR PEMILU

Dewan Pers Nilai Pemilu 2024 Berjalan Lancar dan Sukses

Selasa, 23 Apr 2024 - 23:51 WITA