Korban Meninggal Gempa Maroko Tembus Ribuan Orang

- Penulis

Minggu, 10 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASLINEWS.ID – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Maroko terus bertambah. Pada hari Sabtu (9/9/2023), Kementerian Dalam Negeri Maroko melaporkan bahwa gempa tersebut telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang kehilangan nyawa.

Gempa kali ini merupakan yang paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di Maroko. Kerusakan yang luas telah terjadi, dan penduduk serta turis yang ketakutan terpaksa berlarian mencari tempat yang lebih aman di tengah malam.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,8 itu mengguncang daerah pegunungan sekitar 72 kilometer di barat daya Marrakesh, tempat wisata terkenal, pada Jumat (8/9/2023) pukul 23.11 waktu setempat. Getaran kuat juga dirasakan di kota-kota pesisir seperti Rabat, Casablanca, dan Essaouira.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ghannou Najem, seorang warga Casablanca yang berusia 80-an dan sedang mengunjungi Marrakesh saat gempa terjadi, mengungkapkan, “Saya hampir tertidur ketika mendengar pintu dan jendela berderak,”sebutnya seperti dikutip ASLINEWS.ID dari AFP.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,8 itu mengguncang daerah pegunungan sekitar 72 kilometer di barat daya Marrakesh, tempat wisata terkenal, pada Jumat (8/9/2023) pukul 23.11 waktu setempat. Getaran kuat juga dirasakan di kota-kota pesisir seperti Rabat, Casablanca, dan Essaouira.

Seorang pakar gempa bumi menganggap gempa di Maroko ini sebagai yang terkuat yang pernah melanda negara Afrika Utara tersebut.

Bill McGuire, seorang profesor emeritus dari University College London, Inggris, menggambarkannya sebagai gempa terbesar dalam kawasan tersebut dalam lebih dari 120 tahun terakhir.

“Di daerah yang jarang mengalami gempa bumi yang merusak, bangunan-bangunan tidak didirikan dengan kekuatan yang memadai, sehingga banyak yang roboh dan mengakibatkan banyak korban jiwa,” katanya.

Data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri Maroko pada hari Sabtu menunjukkan bahwa gempa tersebut telah menewaskan setidaknya 1.037 orang, sebagian besar di provinsi Al-Haouz, pusat gempa, dan Taroudant.

Sementara itu, 1.204 orang lainnya ditemukan terluka, termasuk 721 orang dalam kondisi kritis.

Kementerian Dalam Negeri Maroko juga mencatat kematian di provinsi-provinsi lain seperti Ouarzazate, Chichaoua, Azilal, dan Youssoufia, serta di kota-kota seperti Marrakesh, Agadir, dan daerah Casablanca.

Faisal Badour, seorang insinyur, menceritakan bahwa dia merasakan gempa tersebut sebanyak tiga kali di gedungnya di Marrakesh.

“Ada keluarga yang masih tidur di luar karena kami sangat takut dengan kekuatan gempa ini. Teriakan dan tangisan yang tak tertahankan,” ujarnya. (AN-01)

Berita Terkait

Zahad: Kisah Pria Transgender India yang Hamil dan Melahirkan Bayi

Berita Terkait

Minggu, 10 September 2023 - 12:25 WITA

Korban Meninggal Gempa Maroko Tembus Ribuan Orang

Selasa, 7 Maret 2023 - 06:21 WITA

Zahad: Kisah Pria Transgender India yang Hamil dan Melahirkan Bayi

Berita Terbaru

GIAT SOSIAL

KMHDI NTB Resmi Canangkan KMHDI Mengajar di Pulau Sumbawa

Senin, 8 Apr 2024 - 13:16 WITA

KABAR PEMILU

Rumaksi : Masyarakat Adalah  Mitra Pembangunan di Lombok Timur

Minggu, 7 Apr 2024 - 00:00 WITA